Pelaksanaan Operasional Tempat Penyimpanan Sementara Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) (SKKNI No.: 187/2016)

LATAR BELAKANG

Pengelolaan limbah B3 harus dilakukan secara terpadu karena dapat menimbulkan kerugian terhadap kesehatan manusia, mahluk hidup lainnya dan lingkungan hidup. Perusahaan sebagai penghasil limbah B3 bertanggung jawab sejak limbah B3 dihasilkan sampai dimusnahkan (from cradle to grave) dengan melakukan pengelolaan secara internal dengan benar dan memastikan pihak 3 pengelola limbah B3 memenuhi regulasi dan kompeten. Pemerintah RI tanggal 17 Oktober 2014 telah mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3) yang merupakan amanat dari Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 59 dan juga agenda 21 indonesia serta srategi nasional untuk pembangunan berkelanjutan.

Perbedaan mendasar Pengelolaan Limbah B3 dan Non-B3 adalah pertanggungjawaban hukumnya. Pada limbah Non-B3 cara mencapai hasil akhir akhir tidak begitu diperhitungkan yang terpenting hasil akhir memenuhi baku mutu. Namun, Pada limbah B3 pengelolaan mulai teknis, non teknis, hingga hasil akhir harus sesuai dengan peraturan yang berlaku dan memenuhi baku mutu. Maka dari itu, pengelolaan limbah b3 mulai dari identifikasi, pencatatan, penyimpanan, pengangkutan, pemanfaatan, pengelohan, penyesuaian baku mutu, dan pembuangan yang dilakukan oleh perusahaan maupun pihak 3, harus sesuai dengan peraturan yang ada.

Mengingat pentingnya pengelolaan limbah B3, kebutuhan perusahaan akan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten sangat vital. Operator tempat penampungan sementara (TPS) di dalam perusahaan harus mampu menjaga aspek teknis dan operasional TPS secara konsisten sepanjang waktu dengan efektif, serta mampu memberikan solusi atas permasalahan yang timbul saat proses penerimaan, penyimpanan, maupun penyerahan ke pihak ketiga untuk dikelola lebih lanjut.

TUJUAN PELATIHAN

Pelatihan ini dirancang untuk memenuhi kompetensi berikut ini:

  • Peserta pelatihan mengetahui dan memahami PP 101/2014 dan peraturan pengelolaan Limbah B3 lainnya.
  • Peserta pelatihan mampu dan dapat menentukan sumber dan kategori bahaya timbulan Limbah B3.
  • Peserta pelatihan dapat minilai tingkat pencemaran lingkungan sebagai dampak dari paparan/kontaminasi Limbah B3.
  • Peserta pelatihan memahami dan dapat melakukan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan penyimpanan Limbah B3
  • Peserta pelatihan memahami dan dapat melakukan perencanaan kegiatan pengangkutan Limbah B3
  • Peserta pelatihan mampu mengidentifikasi sistem tanggap darurat dalam pengelolaan Limbah B3
  • Peserta pelatihan dapat melakukan tindakan K3 terhadap bahaya dalam pengelolaan Limbah B3

MATERI PELATIHAN

  • Peraturan terkait Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun (Limbah B3)
  • Menentukan Sumber dan Kategori Bahaya Timbulan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) (E.381200.002.01)
  • Menilai Tingkat Pencemaran Lingkungan Sebagai Dampak dari Paparan/Kontaminasi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) (E.381200.003.01)
  • Melakukan Perencanaan dan Pelaksanaan Penyimpanan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3)
  • Melakukan Perencanaan Pengangkutan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3)
  • (E.382200.002.01)
  • Mengidentifikasi Sistem Tanggap Darurat dalam Pengelolaan Limbah B3 (E.382200.009.01)
  • Melakukan Tindakan K3 Terhadap Bahaya dalam Pengelolaan Limbah B3 (E.382200.010.01)

METODE PELATIHAN

  • Presentasi
  • Diskusi

BIAYA

Biaya Pelatihan: Rp 6.500.000,-

Fasilitas : materi, sertifikat, makan siang dan snack

===================================================

FORM PENDAFTARAN

Daftar Pengelolaan Limbah B3

Data Pendaftar

Print Friendly, PDF & Email
Open chat
Butuh info lebih? Kontak kami